Berita >> Nasional >> Hukum & Kriminal
|
|
Otak Perampokan Emas Tewas, Polisi Buru Tersangka Lain
BERITA - hukum-kriminal.infogue.com -
SEMARANG, MINGGU - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyatakan siap memburu enam tersangka lain pascatewasnya otak perampokan toko emas Liem Williem Singgih atau Wiesing (52). Wiesing tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi ketika akan diringkus di Jalan Sido Luhur Nomor 31 Surabaya Utara, Jawa Timur pada Sabtu (27/9) sekitar pukul 09.30.
Wakil Kepala Polda Jateng Brigadir Jenderal (Polisi) Adang Rochjana mengatakan, pihaknya sudah memetakan tempat persembunyian enam tersangka lain. "Namun, akan kita beritahukan secara bertahap, kalau informasinya terlalu cepat nanti mereka bisa lari," ujar Adang dengan didampingi Direktur Reserse Kriminal Polda Jateng Komisaris Besar Dewa Parsana, di Kota Semarang, Minggu (28/9).
Oleh karena itu, Adang memperingatkan kepada tersangka lainnya untuk segera menyerahkan diri kepada petugas kepolisian. "Dari pada harus dilumpuhkan ketika dikejar oleh polisi lebih baik kan mereka menyerahkan diri," kata Adang.
Hingga kini, menurut Kombes Dewa Parsana, pelaku yang tergabung dalam komplotan perampok toko emas yang masih dalam pencarian adalah Mulyanto alias Pipik, Abdul Adib alias Dipo, Thomas Joko Prayitno, Yohanes Deny alias Didik, Eduard Agung alias Edo, dan Eko Abdul Goni .
Komplotan Wiesing terakhir beraksi di Toko Emas Bintang Mas di Kranggan, Kota Semarang yang menyebabkan tiga orang meninggal dengan kerugian sekitar Rp 25 miliar. Sebelumnya, komplotan ini telah merampok di 18 tempat lain yang tersebar di Wonogiri, Solo, Bandung, Demak, Bali, dan Semarang.
Barang bukti
Wiesing diketahui bersembunyi di sebuah indekos di Jalan Sido Luhur oleh pihak Direskrim Polda Jateng dengan dibantu dua tim dari Badan Reserse Kriminal dan Badan Intelijen Keamanan Polri. Sebelumnya, pol isi sempat mengejar tersangka ke Yogyakarta, Madiun, Bekasi, dan Depok. Setelah diketahui lokasi persembunyian, petugas gabungan reserse mobil (resmob) Polda Jateng dan Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya mencoba membekuk tersangka.
Namun, Wiesing mencoba melawan dan akhirnya terjadi baku tembak yang menewaskan tersangka. Wiesing tewas setelah terkena sembilan tembakan yang mengenai lengan kanan, dagu, dan dadanya.
sumber: kmps Lihat Sumbernya
|
|
|
|