Berita >> Nasional >> Hukum & Kriminal

Warga Kampung Kompak Banjaran : “ Menjadi Pengemis Di Tanah Leluhur “
BERITA - ksemar.wordpress.com - Derai air mata masih saja mengalir di Kampung Kompak Banjaran, Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Sejak tempat tingal dan tanah mereka dirampas oleh perkebunan ratapan anak kecil yang minta dimasukan sekolah kepada orang tuanya, hingga orang tua yang meratapi kemiskinan hidufnya yang tak mampu menyekolahkan dan menyenangkan keluarga sering terdengar bahkan seperti sembilu menghiris hati. Kemiskinan hidup yang dialami warga Kampung Kompak Banjaran, bukanlah karena mereka malas bekerja atau cuma inggin berpangku tangan saja melewati hari-hari ini. Tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa sejak tanah peninggalan, kakek dan orang tua mereka diambil oleh pihak perkebunan disana. Kalau dulu mereka setiap harinya pergi kepasar untuk menjualkan hasil tanaman dan membawa pulang barang belanjaan dari pasar untuk dimakan bersama, namun sekarang tidak lagi. Mereka tak ubahnya “ pengemis ditanah sendiri. Lihat Sumbernya
Dikirim: 34 hari 22 jam lalu - dipopulerkan 34 hari 22 jam lalu
Pengirim: ksemar
Kirim ke Teman: Kirim ke teman
Kategori: HUKUM & KRIMINAL
Tag: Sosial, Hukum, Hukum Dan Kriminal, Korupsi, Calon Presiden, Polri, HAM
Sortir: Sortir

  Setting   Tutup Komentar   Sensor  

 
Kamu bisa membalas pesan yang kamu terima disini. (kode HTML tidak diperbolehkan)


  Pesan akan segera ditampilkan setelah proses kirim.
 

Berita Terkait

52  Ratusan Ribu TKI Dan Anak-anak Di Perkebunan ...
279  Bukti Orang Miskin Masih Diabaikan ...
285     Diduga Curi Getah, Hansip ...
1     Ijazah SMEA GUBSU Syamsul Arifin Ternyata ...
284     Mengkorupsi Hak Kesehatan Warga « K-SEMAR ...