BERITA - ksemar.wordpress.com -
Derai air mata masih saja mengalir di Kampung Kompak Banjaran, Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Sejak tempat tingal dan tanah mereka dirampas oleh perkebunan ratapan anak kecil yang minta dimasukan sekolah kepada orang tuanya, hingga orang tua yang meratapi kemiskinan hidufnya yang tak mampu menyekolahkan dan menyenangkan keluarga sering terdengar bahkan seperti sembilu menghiris hati.
Kemiskinan hidup yang dialami warga Kampung Kompak Banjaran, bukanlah karena mereka malas bekerja atau cuma inggin berpangku tangan saja melewati hari-hari ini. Tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa sejak tanah peninggalan, kakek dan orang tua mereka diambil oleh pihak perkebunan disana. Kalau dulu mereka setiap harinya pergi kepasar untuk menjualkan hasil tanaman dan membawa pulang barang belanjaan dari pasar untuk dimakan bersama, namun sekarang tidak lagi. Mereka tak ubahnya “ pengemis ditanah sendiri.Lihat Sumbernya
Dikirim
:
34 hari 22 jam lalu - dipopulerkan 34 hari 22 jam lalu